Jackiecilley.com – Sertifikasi halal menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan oleh Kementerian Perindustrian. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pentingnya sertifikasi ini tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan publik dan daya saing produk nasional.
Dalam pernyataannya di Jakarta, Agus menjelaskan bahwa sertifikasi halal harus didukung oleh sistem standardisasi dan penilaian yang kredibel. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap layanan yang diterima masyarakat memenuhi standar kualitas dan keamanan yang tinggi. Selain itu, sertifikasi halal juga mencerminkan tata kelola yang baik dalam setiap tahap proses.
Sebagai langkah konkret, Kementerian melakukan audit pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muara Jaya 2 di Pekon Kebon Tebu, Kabupaten Lampung Barat. Audit ini dilakukan oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) dan melibatkan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) pada akhir tahun lalu. Proses audit mencakup verifikasi dokumen, pemeriksaan lapangan, serta penelusuran bahan baku yang digunakan.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, menekankan pentingnya integritas halal dalam pemenuhan gizi masyarakat. Dengan penguatan standardisasi yang terintegrasi, diharapkan rantai pasok pangan dalam program MBG dapat memenuhi kriteria standar yang ketat dan terukur.
Melalui pendekatan ini, Kementerian Perindustrian berupaya memastikan bahwa program prioritas nasional berjalan dengan baik, sekaligus menjaga keamanan dan kualitas pangan bagi masyarakat.