Site icon herbberger.com

Kemenbud Rayakan 71 Tahun KAA, Soroti Budaya untuk Perdamaian

[original_title]

Jackiecilley.com – Kementerian Kebudayaan menggelar peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika dengan tema “Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia.” Dalam acara yang berlangsung pada hari Minggu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat Dasasila Bandung dan menegaskan pentingnya budaya dalam membangun perdamaian di dunia yang kini diwarnai berbagai konflik.

Fadli Zon menyoroti kondisi global yang sedang mengalami ketidakpastian dan meningkatnya krisis kepercayaan antara negara-negara akibat rivalitas geopolitik. Menurutnya, untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan, perlindungan terhadap kebudayaan sangatlah penting. “Perang tidak boleh menghapus sejarah dan identitas suatu bangsa,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, turut hadir Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, serta anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa, dan akademisi hubungan internasional, Anton Aliabbas, yang terlibat dalam dialog kebudayaan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengusulkan agar kawasan Simpang Lima hingga Jalan Asia Afrika diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, demi menjaga identitas sejarah kota.

Peringatan ini juga mencakup peluncuran buku berjudul “Konferensi Asia Afrika dalam Gambar,” yang menampilkan dokumentasi visual peristiwa KAA serta pameran foto dan narasi sejarah. Sejumlah perwakilan diplomatik dari negara peserta KAA 1955, termasuk dari Sudan, Kamboja, dan India, turut hadir dalam acara tersebut.

Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk memanfaatkan momen peringatan KAA sebagai ajang diplomasi budaya dan peneguhan kerja sama antarnegara dalam pelestarian warisan budaya serta penyokong perdamaian global.

Exit mobile version