Site icon herbberger.com

Israel Alami Kerugian Ekonomi Rp48 Triliun Setelah Serang Iran

[original_title]

Jackiecilley.com – Kementerian Keuangan Israel mengungkapkan bahwa kerugian ekonomi akibat konflik melawan Iran dapat menyentuh angka 9 miliar shekel, setara dengan Rp48 triliun per minggu. Kerugian ini terjadi setelah serangan terkini yang dipimpin oleh Israel, didukung oleh Amerika Serikat (AS), terhadap sebuah perusahaan manufaktur di Alvand, provinsi Qazvin, Iran, yang mengakibatkan 23 orang terluka dan enam tewas.

Konflik ini semakin memanas setelah komisi independen dari PBB mengeluarkan kecaman terhadap serangan AS-Israel. Mereka mengklaim tindakan tersebut melanggar Piagam PBB yang melarang kekerasan terhadap integritas teritorial suatu negara. Pihak PBB menyatakan bahwa serangan ini berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Dalam konteks global, Kementerian Pertahanan Turki melaporkan bahwa angkatan bersenjata NATO berhasil mencegat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran. Insiden terjadi di distrik Dortyol dekat Laut Mediterania tanpa menimbulkan korban jiwa. Kementerian menegaskan kemampuan Turki untuk menjaga keamanan wilayahnya terlepas dari sumber ancaman.

Sementara itu, situasi di kawasan semakin kompleks. Turki mengingatkan semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan. Pernyataan resmi menyoroti hak Turki untuk merespons setiap bentuk permusuhan terhadap negaranya. Meski belum ada pernyataan resmi dari Iran mengenai serangan ini, situasi tetap dipantau secara ketat oleh masyarakat internasional, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas regional.

Exit mobile version