Site icon herbberger.com

Iran Targetkan 5 Negara dalam Operasi Ekonomi D-Day, Termasuk AS

[original_title]

Jackiecilley.com – Operasi Economic D-Day menjadi fokus utama setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengumumkan sanksi baru terhadap Iran. Langkah ini mencakup hampir 60 entitas, individu, dan kapal, dengan tujuan memutuskan semua jalur ekonomi yang mendukung pemerintah Iran guna mengisolasi negara tersebut.

Sanksi yang diterapkan oleh AS juga merangkum sektor pelayaran, emas, penerbangan, teknologi, dan aset digital. Bessent menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghentikan hubungan dagang dengan Iran, walaupun tidak disebutkan negara-negara yang terlibat serta tenggat waktu spesifiknya.

Data dari Trade Data Monitor menunjukkan bahwa Iran telah mengalihkan sebagian besar perekonomiannya dari Eropa ke mitra dagang di Asia dan sekitarnya setelah lebih dari dua dekade mengalami sanksi internasional. Pada 2024, Iran tercatat mengekspor barang senilai USD56 miliar ke setidaknya 112 negara dan wilayah, dengan pembeli terbesar adalah negara-negara yang mengimpor lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran melalui jalur laut.

Mitra-mitra utama Iran dalam ekspor ini menyangkut negara-negara yang mengandalkan pasokan gas dan listrik dari Iran, seperti Irak. Selain itu, Iran juga menyediakan berbagai produk pangan dan bahan bangunan. Namun, embargo yang diberlakukan oleh Abu Dhabi baru-baru ini setelah tuduhan penembakan rudal oleh Iran dapat memengaruhi perdagangan ini.

Di sisi lain, Iran juga mengimpor barang senilai USD68,5 miliar, di mana sebagian besar berasal dari negara-negara yang memberikan akses tidak langsung terhadap produk dari Barat. Penutupan jalur perdagangan ini telah berdampak besar pada hubungan dagang Iran dengan dunia internasional, terutama dengan negara-negara Eropa dan India yang saat ini terhadang oleh berbagai hambatan perdagangan akibat efek sanksi.

Exit mobile version