Jackiecilley.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengkonfirmasi bahwa Iran saat ini sedang melakukan negosiasi dengan pihaknya. Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Sabtu, di mana Trump juga menegaskan bahwa meskipun ada upaya diplomatik, kepala militer Iran memperingatkan agar Amerika Serikat tidak melancarkan serangan militer terhadap negara tersebut.
Trump mengungkapkan, “(Iran) sedang berbicara dengan kita, dan kita akan lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi… Kita memiliki armada besar yang menuju ke sana,” dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News pada 1 Februari 2026. Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara.
Lebih lanjut, Trump menambahkan bahwa sekutu-sekutu AS di kawasan Timur Tengah tidak diberitahu mengenai rencana kemungkinan serangan militer. Hal ini dilakukan berdasarkan pertimbangan keamanan. Dalam konteks ini, Trump menjelaskan mengapa strategi militer tidak diungkapkan kepada sekutu, “Jika saya memberi tahu mereka rencananya, itu hampir sama buruknya dengan memberi tahu Anda rencananya—bahkan bisa lebih buruk,” ujarnya.
Tindakan Iran menghadapi protes anti-pemerintah juga menjadi latar belakang ancaman Trump akan campur tangan. Ancaman tersebut menunjukkan komitmen AS untuk terlibat dalam masalah yang mempengaruhi stabilitas kawasan. Negosiasi ini mencerminkan upaya diplomasi yang dilakukan kedua belah pihak, meskipun situasi tetap tegang.
Seiring perkembangan situasi ini, perhatian dunia akan tertuju pada langkah selanjutnya yang diambil oleh kedua negara, serta dampaknya terhadap hubungan internasional di kawasan Timur Tengah.