Site icon herbberger.com

Industri Kripto Butuh Ekosistem yang Lebih Inklusif dan Kuat

[original_title]

Jackiecilley.com – Penguatan ekosistem blockchain dan aset kripto di Indonesia menjadi fokus utama kalangan pelaku industri, terkait dengan perkembangan regulasi yang semakin solid. Menurut William Sutanto, CEO Indodax, industri ini kini memasuki fase baru yang menekankan nilai ekonomi lebih inklusif melalui teknologi tokenisasi. William menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi blockchain di berbagai sektor, seperti tokenisasi aset riil dan hak kekayaan intelektual, menunjukkan prospek positif di tengah transisi pengawasan yang beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam pernyataannya, William menjelaskan bahwa penguatan ekosistem diperlukan untuk integrasi yang lebih luas dengan lembaga jasa keuangan lainnya. “Kepastian regulasi yang kuat akan menjadi fondasi untuk inovasi dan integrasi yang bisa melindungi konsumen,” ujarnya. Ia juga menyatakan pentingnya memberikan ruang untuk inovasi sambil menjaga perlindungan bagi konsumen.

Di tengah pesatnya perkembangan industri kripto dan penambahan jumlah bursa berizin, William mengingatkan perlunya keseimbangan volume perdagangan dengan pertumbuhan pelaku industri agar risiko konsolidasi dapat diminimalkan. Sementara itu, dalam acara “Indonesia Blockchain Week 2026”, ia mengungkapkan bahwa pemanfaatan blockchain mulai meluas ke sektor ekonomi lain, menjadi alternatif pembiayaan pembangunan.

William menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuan ini, inovasi harus sejalan dengan regulasi yang adaptif dan tata kelola yang baik. Dengan pendekatan ini, ekosistem aset digital diharapkan tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia dan perekonomian nasional.

Exit mobile version