Site icon herbberger.com

India Tingkatkan Pengawasan Terhadap Masjid dan Madrasah di Kashmir

[original_title]

Jackiecilley.com – India kini mengawasi ketat masjid dan madrasah di Kashmir, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Mohammad Nawaz Khan, seorang anak dari pemimpin komite masjid di Srinagar, mencemaskan langkah ini setelah pihak kepolisian mulai mendistribusikan formulir berjudul “pemprofilan masjid”. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari peningkatan pengawasan terhadap komunitas Muslim di wilayah yang dikelola India tersebut.

Formulir yang didistribusikan terdiri dari empat halaman, yang meminta informasi terkait masjid seperti ideologi, tahun pendirian, dan sumber pendanaan. Selain itu, formulir tersebut juga mengumpulkan data pribadi pengelola masjid, termasuk nomor ponsel, email, dan detail rekening bank. Pengumpulan informasi ini menuai kritik dari warga setempat, yang beranggapan bahwa tindakan polisi lebih mirip upaya kontrol ketimbang survei biasa.

Khan, yang mengaku bahwa ia selalu dihadapkan dengan permintaan untuk mengisi berbagai formulir, menekankan kekhawatirannya akan keamanan keluarga. Ia menyatakan, “Menyimpan catatan yang sangat detail tidak aman bagi keluarga seperti keluarga saya. Di daerah konflik seperti Kashmir, ini dapat memiliki konsekuensi serius.”

Di sisi lain, Mutahida Majlis-e-Ulema (MMU), organisasi yang menaungi kelompok-kelompok keagamaan di Kashmir, menentang pemprofilan ini. Mereka melihatnya sebagai langkah untuk mengendalikan lembaga-lembaga agama yang selama ini mandiri. Dengan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, banyak harapan dari masyarakat agar kebebasan beribadah dan keamanan mereka tetap terjaga.

Exit mobile version