Site icon herbberger.com

IHSG Menguat Meski Bursa Kawasan dan Global Melemah

[original_title]

Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada Kamis, meskipun bursa saham di kawasan Asia dan global mayoritas mengalami pelemahan. IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 1,89 poin atau 0,02 persen menjadi 8.946,70. Akan tetapi, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan justru turun 0,92 poin atau 0,11 persen ke posisi 870,40.

Fanny Suherman, Kepala Riset Retail di BNI Sekuritas, menyatakan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan tren naik jika mampu bertahan di level support 8.900. Perhatian pasar internasional juga tertuju pada pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengindikasikan bahwa otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke AS. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan minyak global, disertai dengan kekhawatiran akibat penegasan Trump mengenai larangan perusahaan pertahanan untuk membagikan dividen sebelum menyelesaikan perselisihan internal.

Ketegangan antara Jepang dan China juga menjadi perhatian pelaku pasar di kawasan Asia. Sementara itu, pemerintah Indonesia merencanakan pemangkasan target produksi mineral dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk mengendalikan keseimbangan supply dan demand, yang diharapkan dapat memulihkan harga mineral dan batu bara yang turun akibat kelebihan pasokan pada tahun lalu.

Dalam perkembangan saham regional lainnya, bursa Eropa dan Wall Street cenderung mengalami pelemahan, sementara bursa Asia pagi ini menunjukkan hasil yang beragam. Indeks Nikkei di Jepang turun 236,98 poin atau 0,46 persen, sedangkan indeks Strait Times Singapura naik 12,52 poin atau 0,28 persen. Kejadian ini menandakan dinamika yang berlanjut di pasar global.

Exit mobile version