Site icon herbberger.com

IHSG Melemah, Analis Nilai Pasar Perhatikan Kebijakan Baru

[original_title]

Jackiecilley.com – Pasar modal Indonesia tengah menghadapi ketidakpastian di tengah perombakan kabinet, atau reshuffle, yang baru-baru ini diumumkan. M Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa pelaku pasar cermat terhadap dampak reshuffle terhadap kebijakan pemerintah yang akan datang. Pada penutupan perdagangan Kamis (1/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan 61,64 poin atau 1,02 persen, dengan posisi akhir di 6.009,50.

Nafan menjelaskan, dampak reshuffle kabinet terhadap pasar keuangan tergantung pada persepsi investor terhadap figur baru yang ditunjuk dan kesinambungan kebijakan ekonomi yang ada. Dalam jangka pendek, reshuffle dapat menyebabkan volatilitas pasar saat investor menilai arah kebijakan dan koordinasi antarkementerian. Namun, jika perubahan ini dianggap meningkatkan efektivitas pemerintahan, dampaknya bisa lebih positif dalam jangka menengah.

Lebih lanjut, Nafan mengungkapkan bahwa situasi ini menunjukkan perlunya kejelasan kebijakan daripada sekadar perubahan struktur kabinet. Reshuffle mengakibatkan respons cepat pasar, meskipun perlu dibedakan antara reaksi awal dan dampak yang lebih dalam. Dari aspek global, tekanan terhadap rupiah dan tingkat yield US Treasury yang tinggi mempersempit minat investor terhadap aset berisiko di pasar berkembang.

Investor saat ini diharapkan lebih selektif dalam memilih saham, melakukan rebalancing portofolio untuk mengurangi eksposur pada saham berkapitalisasi besar. Hingga penutupan, bursa mencatat 218 saham naik, 470 saham turun, dan 275 saham tidak bergerak. Bursa saham regional Asia menunjukkan hasil yang bervariasi dengan indeks Nikkei menguat 3,43 persen.

Exit mobile version