Site icon herbberger.com

IHSG Diprediksi Menguat, Pasar Fokus Pada Kebijakan The Fed

[original_title]

Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diperkirakan akan bergerak menguat seiring dengan perhatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga acuan The Fed. IHSG dibuka pada tingkat 9.007,04, meningkat sebesar 58,75 poin atau 0,66 persen. Selain itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 3,66 poin atau 0,42 persen.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa analisa teknikal menunjukkan IHSG berpotensi menguat terbatas, dengan level support dan resistance antara 8.760 hingga 9.000. Fokus pelaku pasar juga tertuju pada data inflasi di Amerika Serikat, di mana Consumer Price Index (CPI) mencatat pertumbuhan 0,3 persen bulan ke bulan dan 2,7 persen tahun ke tahun. CPI Core tetap stabil di angka 2,6 persen.

Data inflasi yang stabil diprediksi akan menjadi pertimbangan dalam pertemuan The Fed pada 29 Januari 2026. Dalam pernyataannya, Jerome Powell, Ketua The Fed, menegaskan bahwa bank sentral tidak akan tunduk pada tekanan politik, menanggapi serangan dari Presiden AS, Donald Trump, terkait kebijakan suku bunga.

Di dalam negeri, pemerintah menyatakan komitmen untuk memperkuat ekonomi digital dengan mengembangkan ekosistem semikonduktor, bekerja sama dengan Inggris. Ini mencakup pendanaan awal sebesar 125 juta dolar AS untuk kolaborasi dengan ARM, yang dianggap krusial untuk sektor-sektor strategis seperti elektronik dan otomotif.

Sementara itu, bursa saham global mencatat pergerakan variatif, dengan bursa Eropa ditutup bervariasi dan bursa saham AS mengalami penurunan. Di bursa Asia, indeks Nikkei, Shanghai, dan Hang Seng masing-masing menguat, sedangkan indeks Straits Times mengalami penurunan.

Exit mobile version