02 February 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan atau ihsg hari ini kembali menunjukkan tekanan kuat di Bursa Efek Indonesia, Senin (2/2/2026), dengan pergerakan indeks yang melemah tajam sejak awal pembukaan perdagangan.
Pada pembukaan pasar pagi ini, IHSG langsung jatuh dari level pembukaan di atas 8.300 poin dan sempat turun mendekati batas 8.000 poin. Data perdagangan menunjukkan indeks mengalami koreksi mendalam, tercatat turun lebih dari 4 persen dalam sesi pagi sebelum sebagian berangsur stabil dalam rentang perdagangan selanjutnya. Asatu News
Mayoritas sektor saham bergerak di zona merah pada sesi pertama, dengan tekanan jual yang dominan pada saham-saham berkapitalisasi besar. Volume dan nilai transaksi meningkat dibandingkan pekan lalu, mencerminkan reaksi cepat investor terhadap kombinasi sentimen global yang memburuk dan faktor domestik yang belum sepenuhnya terserap pasar.
Pelemahan ihsg hari ini juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari luar negeri, terutama tekanan pasar saham Asia yang mayoritas masih berada di zona merah. Indeks Hang Seng dan pasar Shanghai juga mencatat penurunan signifikan pada sesi pagi ini, ikut memperberat langkah IHSG.
Selain faktor eksternal, dinamika pasar modal domestik yang tengah menghadapi sorotan global turut berkontribusi pada koreksi ini. Beberapa analis pasar mencatat bahwa volatilitas tinggi pada perdagangan awal pekan ini masih dipicu oleh kekhawatiran atas struktur pasar dan respons pelaku pasar terhadap kebijakan yang belum memberikan sinyal penguatan signifikan.
Meski tekanan pada ihsg hari ini terasa berat, sejumlah pelaku pasar melihat adanya peluang teknikal untuk stabilisasi pada sesi lanjutan perdagangan. Investor disarankan memantau perkembangan data ekonomi dan kebijakan terkini yang dapat mempengaruhi arah pasar modal sepanjang hari.