Site icon herbberger.com

HIMKI Tingkatkan Adopsi Teknologi untuk Dukung Industri Furnitur

[original_title]

Jackiecilley.com – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) sedang mendorong adopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri furnitur nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, yang menekankan pentingnya transformasi teknologi bagi industri furnitur agar dapat memadukan keterampilan tradisional dengan efisiensi modern.

Menurut Abdul Sobur, industri furnitur Indonesia diuntungkan dengan sumber daya alam yang melimpah, keragaman material, desain yang kuat, serta keterampilan perajin yang tinggi. Namun, untuk memaksimalkan keunggulan ini, penerapan teknologi dan sistem produksi modern harus dilakukan. HIMKI telah mengirim delegasi ke pameran industri internasional di Shanghai, China, pada 5-8 September 2026, untuk menjelajahi inovasi terkait teknologi pengolahan kayu dan desain.

Sebanyak 30 perusahaan dari HIMKI mengikuti agenda ini, yang meliputi China International Furniture Machinery & Woodworking Machinery Fair (WMF) dan China International Furniture Fair (CIFF). Melalui kunjungan tersebut, mereka mengeksplorasi berbagai teknologi terbaru dan potensi kerja sama bisnis. Delegasi juga berupaya menjalin kolaborasi dengan China National Forestry Machinery Association (CNFMA) untuk membuka akses terhadap teknologi dan investasi.

Kementerian Perindustrian Indonesia sebelumnya menargetkan negara ini menjadi pusat produksi furnitur global, dengan fokus pada hilirisasi kayu berkelanjutan dan peningkatan daya saing. Sektor furnitur diyakini mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global, yang diperkirakan bernilai lebih dari 736 miliar dolar AS. Dalam lima tahun mendatang, Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menjadi pemimpin dalam desain dan keberlanjutan industri furnitur.

Exit mobile version