Site icon herbberger.com

Hetifah: AI Harus Diperuntukkan, Bukan Gantikan Jurnalis

[original_title]

Jackiecilley.com – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalistik tidak dimaksudkan untuk menggantikan jurnalis. Dalam diskusi bertema Smart Journalism di Jakarta pada hari Minggu, Hetifah menjelaskan bahwa AI seharusnya berfungsi sebagai alat bantu yang mempercepat proses kerja jurnalis dan mendukung newsroom.

Hetifah menekankan bahwa keberadaan AI telah merubah cara media beroperasi, termasuk dalam produksi, distribusi, dan konsumsi berita. Namun, ia menyatakan bahwa keputusan editorial, verifikasi data, dan penilaian etika tetap harus diambil oleh manusia. Ia juga menggarisbawahi adanya fenomena baru yang dikenal sebagai synthetic media, di mana algoritma dapat melakukan seleksi isu dan produksi konten.

Hasil survei terhadap jurnalis di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara menunjukkan bahwa 95 persen jurnalis sudah familiar dengan AI, dan 75 persen menggunakannya dalam pekerjaan mereka. Lebih dari 84 persen responden menilai bahwa AI memberikan dampak positif bagi tugas jurnalistik mereka.

Menyikapi perkembangan ini, Hetifah menyoroti pentingnya jurnalis untuk menguasai tiga aspek utama: literasi data, literasi AI, serta kemampuan verifikasi isu. Ia menekankan bahwa meski teknologi dan platform terus berubah, prinsip dasar jurnalisme, seperti akurasi dan verifikasi berlapis, harus tetap dijunjung tinggi.

Tujuan utama dari jurnalisme, jelas Hetifah, adalah untuk melayani masyarakat dan membantu mereka memahami dampak dari kebijakan yang ada, sehingga berkontribusi pada penguatan kehidupan demokrasi.

Exit mobile version