Site icon herbberger.com

Harga Minyak Dunia Rontok, Brent-WTI Tinggalkan Level US$100

08 April 2026Harga minyak dunia turun tajam pada perdagangan Rabu setelah pasar merespons pengumuman gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Kontrak Brent sempat jatuh 13,3 persen ke US$94,76 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun 15,2 persen ke US$95,79 per barel. Penurunan itu membawa dua acuan utama minyak kembali ke bawah level psikologis US$100 per barel.

Pergerakan tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ada kesepakatan gencatan senjata yang disertai pembukaan kembali Selat Hormuz secara aman. Jalur ini selama ini menjadi salah satu titik paling vital bagi perdagangan energi global karena menyalurkan sekitar seperlima minyak dunia. Sehari sebelumnya, Brent masih ditutup di level US$109,27 per barel, menandakan koreksi kali ini berlangsung sangat tajam dalam waktu singkat.

Namun, tekanan pasokan belum sepenuhnya reda. Pasar fisik minyak masih dinilai ketat karena gangguan dari penutupan efektif Selat Hormuz sudah telanjur menjalar ke rantai suplai, terutama di Asia. Badan Informasi Energi Amerika Serikat memperkirakan pemulihan penuh arus minyak melalui jalur tersebut tetap memerlukan waktu berbulan-bulan, bahkan jika pembukaan kembali berlangsung lancar. OPEC+ sendiri sudah menyepakati kenaikan kuota produksi 206.000 barel per hari untuk Mei ketika jalur itu kembali dibuka.

Di Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas memproyeksikan bila harga minyak bertahan di kisaran US$100 per barel hingga Juni 2026, pertumbuhan ekonomi nasional dapat tertekan sekitar 0,1 persen. Karena itu, arah harga minyak dalam beberapa pekan ke depan masih akan dipantau ketat, terutama untuk melihat apakah gencatan senjata ini benar-benar bertahan dan apakah aliran pasokan dari Timur Tengah pulih secara bertahap. Antara News

Exit mobile version