Site icon herbberger.com

Dunia Krisis, Pemimpin Perlu Tingkatkan Kerja Sama Global

[original_title]

Jackiecilley.com – Dalam satu setengah tahun terakhir, Presiden Prabowo Subianto aktif melakukan kunjungan ke luar negeri. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar Indonesia bisa membangun hubungan yang kuat dengan pemimpin negara lain, terutama di tengah krisis global. Kunjungan resmi Prabowo ke Prancis pada 28 Mei 2026 merupakan contoh dari upaya diplomatik tersebut.

Teddy menekankan pentingnya kedekatan antara pemimpin dunia di saat konflik internasional, seperti yang terjadi di Ukraina, Venezuela, dan Timur Tengah. Ia berpendapat, hubungan yang baik bisa menjadi kunci bagi Indonesia untuk mendapatkan bantuan saat diperlukan. Menurut Teddy, diplomasi bukan sekadar formalitas, tetapi suatu jalinan emosional yang harus dijaga.

Ia juga mengkritik pandangan yang menganggap perjalanan Prabowo ke luar negeri hanya sebagai seremonial. Teddy menyebutkan sejumlah pencapaian penting selama masa kepemimpinan Prabowo, termasuk partisipasi Indonesia dalam BRICS, yang memberikan jaminan terhadap stabilitas ekonomi negara di tengah ketidakpastian global.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa dengan bergabungnya Indonesia dalam BRICS, situasi pasokan bahan bakar dan pangan di Tanah Air tetap terjaga. Selain itu, ada juga pencapaian dalam bentuk tarif nol persen untuk ekspor ke Uni Eropa, serta investasi masuk sekitar Rp2.430 triliun selama periode tersebut. Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan juga membuahkan hasil dengan komitmen bisnis senilai US$33,89 miliar.

Dengan pencapaian tersebut, Teddy mengajak masyarakat untuk melihat dampak positif dari program diplomasi yang telah dilakukan, terutama dalam menghadapi tantangan di panggung internasional.

Exit mobile version