Site icon herbberger.com

Cuaca Ekstrem Ancam Nelayan Kecil, KNTI Panggil Perlindungan Negara

[original_title]

Jackiecilley.com – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendorong pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada nelayan kecil yang terdampak cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir. Ketua Umum KNTI, Dani Setiawan, menyatakan bahwa cuaca buruk tidak hanya membahayakan keselamatan nelayan, tetapi juga merusak infrastruktur pesisir dan berimbas pada penurunan produksi perikanan tangkap.

Kondisi ini menjadi sumber kekhawatiran di sejumlah daerah pesisir Indonesia, di mana 95 persen dari lebih 350 desa yang diteliti KNTI mengalami dampak negatif. Sebanyak 63 persen nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut akibat risiko keselamatan yang meningkat. Survei yang dilakukan di 41 kabupaten/kota di 14 provinsi ini mencatat bahwa lebih banyak nelayan kecil mengalami kesulitan.

Dani menekankan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan dukungan yang lebih kuat kepada nelayan kecil. Dalam penjelasannya, ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016, yang mengamanatkan pemerintah untuk melindungi nelayan. “Dengan risiko yang semakin tinggi karena cuaca ekstrem, nelayan tidak dapat menangani semua tantangan ini sendiri,” katanya.

KNTI menilai bahwa informasi tentang prakiraan cuaca tidak cukup untuk melindungi para nelayan kecil. Mereka membutuhkan bantuan lebih dari sekadar informasi agar dapat menjalankan aktivitas melaut dengan aman.

Masalah ini menjadi semakin mendesak mengingat banyaknya nelayan yang bergantung pada hasil laut untuk kehidupan sehari-hari mereka. Tindakan negara untuk memberikan perlindungan dan dukungan diharapkan dapat mencegah krisis yang lebih dalam di sektor perikanan.

Exit mobile version