Site icon herbberger.com

CORE: Libatkan UMKM untuk Maksimalkan Dampak Ekonomi Bantuan Pangan

[original_title]

Jackiecilley.com – Pelibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam program bantuan pangan dinilai mampu meningkatkan dampak ekonomi masyarakat. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengungkapkan bahwa keterlibatan UMKM sebagai pemasok utama komoditas, seperti beras dan minyak, dapat memperluas efek ganda program tersebut.

Menurut Faisal, manfaat program bantuan pangan perlu dilihat dari sisi rantai pasok. Dengan melibatkan usaha kecil, aktivitas ekonomi bisa meluas, menyentuh kedua aspek penerima bantuan dan pelaku usaha. Ia menekankan pentingnya membeli bahan baku dari bisnis kecil yang dikelola oleh masyarakat menengah ke bawah.

Bantuan sosial pangan diharapkan dapat menjaga daya beli kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, terutama dalam memenuhi kebutuhan esensial. Faisal menjelaskan bahwa fungsi bantuan ini berbeda dengan upaya meningkatkan konsumsi total rumah tangga, karena tujuan utamanya adalah melindungi daya beli kelompok yang membutuhkan.

Selain perhatian pada bantuan pangan, Faisal juga menyoroti pentingnya subsidi energi, yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat untuk transportasi dan aktivitas ekonomi. Subsidi ini diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, terutama bagi kelompok menengah ke bawah yang masih bergantung pada energi bersubsidi.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) berencana menyalurkan 997,2 ribu ton Cadangan Pangan Pemerintah kepada 33,24 juta penerima bantuan. Setiap orang akan menerima 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan ke depan. Program ini berlanjut hingga akhir tahun dengan tambahan alokasi yang sama.

Sementara itu, pemerintah juga akan menjaga harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau menyusul dinamika harga minyak dunia. Bantuan pangan dan subsidi energi diharapkan dapat membantu komponen masyarakat yang paling rentan menghadapi tantangan ekonomi.

Exit mobile version