Jackiecilley.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan dan transparansi sebagai kunci untuk menjaga kepercayaan 32,4 juta investor, serta meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia. Dalam acara 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 yang diselenggarakan di Main Hall BEI, Jakarta, Senin, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa tata kelola perusahaan yang baik seharusnya menjadi bagian integral dari nilai dan strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban.
Menurut Jeffrey, kepercayaan investor merupakan modal utama dalam pasar modal. “Investor menempatkan dananya dengan mengandalkan informasi yang disampaikan perusahaan kepada publik,” ungkapnya. Ia menambahkan, kepercayaan ini bisa tumbuh jika perusahaan dikelola dengan baik, menyampaikan informasi secara transparan dan andal, serta melindungi hak-hak investor.
Jeffrey juga menyatakan bahwa kualitas tata kelola perusahaan tercermin dalam proses pengambilan keputusan, manajemen risiko, keterbukaan informasi, dan pertanggungjawaban kinerja kepada publik. Untuk memperkuat hal ini, BEI berkomitmen menjaga integritas pasar dan meningkatkan kualitas informasi melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
Lebih lanjut, Jeffrey mengungkapkan bahwa BEI, bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga terkait lainnya, akan terus mendorong reformasi untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal. Upaya tersebut mencakup penguatan keterbukaan informasi, transparansi kepemilikan saham, dan peningkatan persyaratan minimum free float atau proporsi saham yang dapat diperdagangkan kepada publik.