Site icon herbberger.com

Bank Jago Tegaskan RBB 2026 Tanpa Rencana Merger dengan BFIN

[original_title]

Jackiecilley.com – PT Bank Jago Tbk (ARTO) menegaskan bahwa dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2026, tidak terdapat rencana untuk melakukan pertumbuhan anorganik, termasuk penggabungan usaha dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Bank Jago, Supranoto Prajogo, dalam Public Expose Live di Jakarta pada Kamis.

Supranoto menjelaskan bahwa saat ini, perusahaan belum merencanakan langkah pertumbuhan anorganik dalam RBB tahun ini maupun dalam revisinya. Walaupun demikian, ia menegaskan bahwa Bank Jago tetap terbuka terhadap peluang pertumbuhan baik secara organik maupun anorganik di masa mendatang.

Pada tahun ini, Bank Jago telah menunjukkan pertumbuhan organik melalui pengembangan fitur-fitur baru serta peningkatan layanan bagi nasabah. Menurut Supranoto, perusahaan secara konsisten berinovasi untuk menghadirkan layanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Sementara itu, mengenai potensi pertumbuhan anorganik, Supranoto menyatakan bahwa jika ada kesempatan yang menguntungkan di masa depan, Bank Jago akan mempertimbangkannya. Hal ini menunjukkan kesiapannya untuk menjajaki kemungkinan kolaborasi jika dilihat sebagai langkah strategis.

Sebelumnya, PT BFI Finance Indonesia juga memberikan tanggapan terkait isu merger yang beredar. Direktur Keuangan BFI Finance, Sudjono, menyatakan bahwa perusahaannya tidak dapat memberikan komentar mengenai aktivitas atau keputusan pemegang saham terkait isu tersebut. BFI Finance berkomitmen untuk mematuhi ketentuan pasar modal dan akan menyampaikan informasi material kepada publik sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dengan langkah ini, PT Bank Jago menyampaikan komitmennya untuk tetap fokus pada inovasi dan pelayanan nasabah, sambil tetap mempertimbangkan perkembangan pasar ke depan.

Exit mobile version