Site icon herbberger.com

Bandara Papua Ditutup Sementara Setelah Insiden Penembakan Pilot

[original_title]

Jackiecilley.com – Penutupan sementara sebanyak 11 bandara perintis di Papua dilakukan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif menyusul insiden penembakan yang menewaskan pilot dan kopilot sebuah pesawat perintis. Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Dudy menegaskan bahwa keputusan ini ditujukan untuk memastikan keselamatan penerbangan dan keamanan operasional bandara.

“Bandara-bandara ini dinilai belum memiliki tingkat pengamanan yang memadai, sehingga kami khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. Keputusan penutupan diambil setelah kejadian tragis yang menimpa pesawat Smart Cakrawala Aviation, memicu kebutuhan akan peningkatan keamanan di wilayah tersebut.

Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), untuk mengelola situasi keamanan sekitar bandara. Fokus utama koordinasi ini adalah memastikan keamanan di daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

Dudy menambahkan, upaya yang dilakukan bertujuan mendukung pemerintah dalam memulihkan aktivitas transportasi udara secara bertahap di bandara-bandara perintis yang terdampak. Kementerian memastikan bahwa langkah ini diperlukan untuk melindungi keselamatan awak dan penumpang, serta untuk menjaga stabilitas transportasi udara di daerah rawan.

Dengan penutupan ini, diharapkan keselamatan penerbangan di Papua dapat terjaga, dan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat dapat diterapkan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang. Keselamatan penerbangan di seluruh wilayah Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik.

Exit mobile version