Site icon herbberger.com

AS Naikkan Tarif 25 Persen, Tiongkok Dan Iran Marah

[original_title]

Jackiecilley.com – Pemerintah Tiongkok menegaskan komitmennya untuk melindungi kepentingannya setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana penerapan tarif 25% bagi semua negara yang berdagang dengan Iran. Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menyatakan bahwa “perang tarif tidak memiliki pemenang” dan berkomitmen untuk melindungi hak-haknya sesuai hukum.

Donald Trump mengumumkan kebijakan tersebut pada tanggal 12 Januari 2026 melalui akun media sosialnya, menekankan bahwa tarif tersebut bersifat final dan segera diberlakukan, meskipun rincian lebih lanjut belum tersedia. Langkah ini diambil di tengah aksi protes besar di Iran, yang dipicu oleh penurunan nilai mata uang lokal dan dampaknya terhadap harga barang.

Protes di Iran telah terjadi sejak akhir Desember 2025, dengan demonstrasi yang semakin meningkat menjadi bentrokan dengan aparat keamanan. Menurut laporan terbaru, jumlah korban tewas akibat protes telah mencapai 646, dan lebih dari 10.700 orang ditangkap. Presiden Trump sebelumnya pernah menyatakan akan mengambil tindakan militer jika Iran menggunakan kekuatan berlebihan untuk menangani protes tersebut, namun Gedung Putih saat ini memilih pendekatan diplomatik.

Tiongkok, yang merupakan salah satu mitra dagang terbesar bagi Iran, telah menunjukkan kepedulian dengan menyerukan stabilitas di negara tersebut. Mao Ning menegaskan bahwa Tiongkok akan mengikuti situasi dengan saksama dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi warganya di wilayah tersebut. Penerapan tarif ini dapat menyebabkan barang-barang asal Tiongkok terkena bea masuk tinggi di pasar Amerika, mendorong kekhawatiran akan dampaknya terhadap perdagangan global.

Exit mobile version